Nagari Kubang

Kec. Guguak
Kab. Lima Puluh Kota - Sumatera Barat

Info
SELAMAT DATANG DI KANTOR WALI NAGARI KUBANG KECAMATAN GUGUAK KABUPATEN LIMA PULUH KOTA

Artikel

Sejarah Desa

admin

09 Februari 2025

1.273 Kali dibuka

Sejarah Nagari Kubang

   A.   Sejarah Asal Usul Nenek Moyang Kubang

Menurut Sejarah Tambo yang kita terima, penduduk Nagari Kubang berasal dari Gunung Merapi, keterangan ini kita peroleh dari penuturan orang tua-tua Nagari Kubang.

Asal mulanya nenek moyang kita bertempat tinggal  (berdiam) di Gunung Merapi, disana mereka menetap dengan hidup bercocok tanam , kemudian mereka sudah semakin berkembang maka mereka berihktiar untuk mencari tempat untuk pindah.

Sewaktu mereka masih berada di Gunung Merapi, mereka juga telah mempunyai beberapa Puak (golongan-golongan) yang terdiri dari 3 (tiga) Luhak dan 3 (tiga) Lubuk, yaitu :

1.   Luhak :

      a.   Luhak Agam

      b.   Luhak Lima Puluh Kota

      c.   Luhak Tanah datar

2.   Lubuk :

      a.   Lubuk Sipunai

      b.   Lubuk Sinawang

      c.   Lubuk Sikara

Nagari Kubang adalah bagian dari wilayah Luak Lima Puluh Kota. Disini akan diuraikan golongan yang pindah ke daerah Lima Puluh Kota Khususnya ke Nagari Kubang.

Golongan yang turun ke daerah Lima Puluh Kota terdiri dari 50 (lima puluh) pasang. Mereka turun melalu Tanjung Alam, terus ke Padang Siribu-ribu, yaitu perbatasan Luhak Agam dengan Luhak Tanah Datar dan Luhak Lima Puluh Kota sekarang ini.

Setelah mereka meneruskan perjalanan , tibalah mereka disuatu padang, ternyata rombongan mereka semakin berkurang kemudian mereka bertanya kepada  sesamanya. Setiap ditanya mereka menjawab “Onta” (tidak tahu) dan semua pertanyaan mereka jawab onta ke onta saja, maka oleh karena itu mereka namailah Padang tersebut dengan “Padang Si Onta”.

Beberapa waktu kemudian diketahuilah bahwa mereka yang hilang tersebut telah bermukim didaerah  Limo Koto Kampar.

Yang disebut dengan Limo Koto Kampar itu adalah :

1.   Kuok

2.   Bangkinang

3.   Salo

4.   Rumbio

5.   Air Tiris

Dari Padang Sionta, sebagian rombongan meneruskan perjalanan arah ke Barat, maka sampailah disebuah batang air. Sewaktu akan menyeberangi batang air tersebut diantara mereka berkata “Lompati sajalah” akhirnya dinamailah batang air itu dengan “Batang Lampasi”.

Setelah rombongan sampai di seberang batang air (batang Lampasi) tampaklah oleh mereka batang Pauh (mangga) yang berbuah lebat, dan timbulah niat untuk memakannya sebagai pelepas dahaga, namun mereka kecewa karena buah Pauh tersebut rasanya Sangit (asam), maka tempat itu mereka namailah dengan “Pauh Sangit”.

Nagari Pauh Sangit ini dahulunya adalah satu Jorong di Kenagarian Kubang, oleh karena keadaan alam yang memisahkan dari Ibu Kenagarian yang dibatasi Bukit Barisan ditambah lagi dengan faktor perhubungan, semenjak tahun lima puluhan Pauh Sangit memisahkan diri dari Kenagarian Kubang yang dalam struktur pemerintahan masuk wilayah Kecamatan Payakumbuh.

Dari Pauh Sangit rombongan meneruskan perjalanan arah ke Barat, sesampainya di suatu tempat mereka mendengar Siamang berbunyi, maka mereka namailah tempat tersebut  dengan “Siamang Bunyi. Dari sana mereka meneruskan perjalanan ke Balai Batu dan setibanya disana mereka berpisah-pisah, sebab sebagiannya ada yang meneruskan perjalanan arah ke Barat lagi atau ke Suliki, Baruah Gunung dan sebagainya. Dan sebagian menuju ke Timur (Koto Betung). Mereka menamai tempat ini karena mereka mendapati  banyak sekali Betung (Bambu) , mereka bermukim disini semakin berkembang sehingga menjadi 5 (lima) Koto/Kampung, sekarang merupakan satu Jorong di Kenagarian Kubang dengan nama “Limo Koto”, adapun Limo Koto tersebut adalah :

1.   Kampuang Koto Botuang

2.   Kampuang Pasia

3.   Kampuang Juar

4.   Kampuang Lukar

5.   Kampuang Rumpuik Soruik

Di Koto Botuang (Limo Koto) ini mereka menetap membangun perkampungan atau perumahan serta usaha bertaratak (bercocok tanam) dan lahan untuk bertaratak tersebut mereka pilih ke arah Barat. Setiap hari mereka menyebut pergi kesana dengan istilah bertaratak, maka tempat itu akhirnya dinamai dengan “Taratak”.

Sewaktu mereka tinggal di Koto Botuang  (Limo Koto) mereka melihat sebuah pohon kayu yang tinggi dan rindang di sebelah Utara. Kemudian sebagian dari mereka ada yang pergi kesana dengan tujuan jalan-jalan (rekreasi) mereka mengatakan bahwa mereka pergi ke pohon, kemudian dinamailah tempat itu dengan “Kapohon karena kapohon berstatus gabungan dari dua Nagari yaitu, Nagari Kubang dan Nagari Tujuh Koto Talago, akhirnya nama kapohon diganti menjadi “Koto Sarikat”.

Selama di Koto Botuang mereka mulai berkembang dan mulai mencari pemukiman baru yang lebih baik, lebih luas dan lebih subur. Disini terlihat dengan nyata betapa cerdas dan dinamisnya nenek moyang yang dahulu kala. Perpindahan  mereka dari Koto Botuang  ini merupakan suatu inisiatif yang tidak mau menerima nasib serta menerima apa adanya. Semangat rantau dan semangat menjelajah telah ada sejak zaman dahulu kala. Perpindahan mereka ini terbagi atas 4 (empat) kelompok, masing-masing kelompok pindah ke daerah yang berbeda, diantaranya :

   1.   Kelompok Pertama

Dibawah pimpinan Dt. Patiah Baringek Nan Bajembek pindah  kedaerah Timur.

   2.   Kelompok Kedua

Dibawah pimpinan Dt. Bandaro Nan Hitam pindah ke Daerah Tujuh Koto Talago.

   3.   Kelompok Ketiga

Dibawah pimpinan Dt. Mangkuto Nan Lujur pindah ke Balai Talang.

   4.   Kelompok Keempat

Dibawah pimpinan Dt.Mangkuto  Nan Panjang Lidah pindah ke daerah Guguak VIII Koto.

Kelompok yang dipimpin oleh Dt. Patiah Baringek Nan Bajembek pindah kedaerah Timur karena melihat sebatang pohon kayu rindang dan tinggi, ternyata kayu tersebut adalah kayu Kubang Babulu, akhirnya tempat pemukiman mereka yang baru itu dinamai dengan “KUBANG”, disanalah mereka menetap, bersawah ladang dan membangun perumahan.

Di Kubang mereka mulai berkembang dan sebagian mereka mulai pula bersiap menjelajah daerah baru menuju ke arah Selatan. Sebagian dari rombongan itu menyimpang untuk meneruskan perjalanan menuju Kamang. Tempat penyimpangan ini mereka sebut dengan Simpang, disamping ini terdapat sebuah Rimba Sugiran, akhirnya mereka lengkapi menjadi “Simpang Sugiran”.

Setelah merasa memenuhi persyaratan untuk memekarkan diri, akhirnya pada tanggal 23 Juli 2003 Simpang Sugiran mekar dan membentuk Nagari Sendiri, yaitu Nagari Simpang Sugiran.    

   B.   Sejarah Pemerintahan Nagari Kubang

Berikut adalah para Wali Nagari Kubang sesuai dengan sejarah Pemerintahan Nagari semenjak jaman pendudukan Belanda :

Tabel 2.1 Daftar Pemerintahan/ Wali Nagari Kubang

NO

PERIODE

NAMA WALI NAGARI

KETERANGAN

1.

Pendudukan Belanda

MUIN Dt. TANDUAK

 

2.

Belanda – Sesudah Kemerdekaan

DJAMALUDDIN Dt. INDO MARAJO NAN BALOSUANG

 

3.

1950

Dt. PANJANG LEMBAI

 

4.

1951 – 1958

WAHID ZAINUDDIN

 

5.

1958 – 1960

YUNIWAR

 

6.

1960 – 1973

KHATIB MARZUKI

 

7.

1973 – 1981

DJALALUN ALWIS

 

8.

1981 – 1985

NAZARUDDIN

Desa Kubang

9.

1985 – 1995

SYAMSURIJAL

Desa Kubang

10.

1995 – 2001

ALIRMAN RIVA’I

Desa Kubang

11.

2001 – 2008

E. Dt. SIRI MARAJO

 

12.

2008 – 2013

HEMMY SETIAWAN

 

13.

2013

BUSTANUL

Penjabat Wali Nagari

14.

2014– 2020

Drs. MUSLIM

 

15.

2020 – 2022

ZUL EFDI AR

Penjabat Wali Nagari

16.

2022 – 2028

HERI NELSON

 

Kirim Komentar

Nama
Telp./HP
E-mail

Komentar

Captha

Komentar Facebook

Aparatur Desa

WALI NAGARI

Heri Nelson

SEKRETARIS NAGARI

Menzil Azmi

KEPALA URUSAN KEUANGAN

RINI KHAIRIAH

KEPALA URUSAN TATA USAHA DAN UMUM

DINDA QISTHINA GUPA

KEPALA URUSAN PERENCANAAN

Suci Amelia

KEPALA SEKSI PEMERINTAHAN

Asnul Arifin

KEPALA SEKSI PELAYANAN

Felandri Wahdiko

KEPALA SEKSI KESEJAHTERAAN

ANDI NOFRIWAN , Am.d

STAFF KEUANGAN

SISI MAICANDRI

STAFF UMUM

AMIRAH DINIATI

KEPALA JORONG KUBANG

Sri Hendra Yasfi

KEPALA JORONG KOTO BARU

Jefrianto

KEPALA JORONG TANJUNG BARULAK

MAR EFENDI

KEPALA JORONG KOTO SERIKAT

M. DAHRI

KEPALA JORONG LIMO KOTO

Edi Putra

KEPALA JORONG TARATAK

Ferri Sipson

KEPALA JORONG SIAMANG BUNYI

GUSRI DONAL PUTRA

Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri

Nagari Kubang

Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat

Lokasi Kantor Nagari

Latitude:-0.13531195460300552
Longitude:100.52078247070312

Nagari Kubang, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota - Sumatera Barat

Buka Peta

Wilayah Nagari